Post hero image
Mental Health 4 min read 18 views

Plis Deh, Kamu Nggak Harus Suka Semua Tentang Dirimu! (Dan Itu Normal)

Capek sama tren self-love yang maksa kamu harus cinta 100% sama diri sendiri tiap detik? Spoiler: Kamu nggak harus suka semuanya kok. Yuk, bahas kenapa Self-Neutrality itu jauh lebih bikin tenang!

Plis Deh, Kamu Nggak Harus Suka Semua Tentang Dirimu! (Dan Itu Normal)

Pernah nggak sih kamu lagi ngaca jam 1 malam, terus ngeliat jerawat baru yang muncul tanpa permisi, atau kepikiran betapa gampang cemasnya kamu pas ngobrol sama orang baru, terus di saat yang sama ada suara di kepala yang bilang:

“Ayo dong, kamu harus love yourself! Kamu harus suka sama semua kekurangan kamu!”

Jujur ya… capek banget nggak sih?

Di era feed Instagram dan TikTok yang penuh sama quote “love yourself 24/7”, kita seolah-olah didorong buat meluk semua kekurangan kita sambil senyum lebar. Kalau kita sebel sama paha kita yang tebal, atau benci sama sifat kita yang suka menunda-nunda pekerjaan, kita langsung ngerasa bersalah dan mikir, “Duh, gua gagal self-love nih.”

Real talk deh: Kamu nggak harus suka semua hal tentang dirimu. Dan tahu gak? Itu sama sekali nggak bikin kamu jadi orang yang kurang bersyukur atau gagal mencintai diri sendiri.

Berikut beberapa alasan kenapa nggak apa-apa banget kalau kamu nggak suka sama beberapa bagian dari dirimu:


1. Toxic Positivity Berkedok Self-Love Itu Nyiksa

Maksa diri sendiri buat bilang “Wah, gua suka banget sama sifat gua yang emosian ini!” atau “Gua cinta banget sama rambut gua yang lagi rontok parah ini!” itu namanya gaslighting diri sendiri.

Ketika kamu maksa suka pada hal yang jelas-jelas bikin kamu nggak nyaman, kamu lagi nolak realita. Self-love yang kebablasan malah berubah jadi toxic positivity. Pahami bedanya: menghargai diri sendiri itu beda sama pura-pura bahagia atas hal yang emang pengen kamu ubah.

2. Kenalan Sama “Self-Neutrality” (Sensasi Baru yang Lebih Adem)

Kalau self-love kerasa ketinggian dan berat, coba deh pindah haluan ke Self-Neutrality atau Body Neutrality.

Konsepnya simpel: Kamu nggak wajib suka sama bagian tubuh atau sifat tertentu, tapi kamu juga gak perlu benci sampai bikin mentalmu hancur.

  • Self-Love: “Gua suka banget sama bekas luka di wajah gua, ini indah!”
  • Self-Neutrality: “Gua gak terlalu suka ada bekas luka ini, tapi ya udah. Luka ini nggak mengurangi nilai gua sebagai manusia, dan muka gua tetap berfungsi dengan baik.”

Ngerasa bedanya? Self-neutrality itu netral, jujur, dan nggak maksa. Bikin dada jauh lebih lapang!

3. Nggak Suka = Pintu Masuk Buat Glow Up yang Realistis

Plot twist: Rasa nggak suka sama bagian diri tertentu itu justru sinyal bagus—asal diolah dengan benar.

Kalau kamu nggak suka sama fakta bahwa kamu pemalas, sering kebiasaan overthinking, atau punya gaya hidup nggak sehat, that’s okay! Rasa nggak nyaman itu adalah indikator kalau ada potensi di dalam dirimu yang ingin bertumbuh.

Kalau kamu berpura-pura suka sama sifat burukmu dengan alasan “ya ini kan diri gua apa adanya”, kamu malah gak akan pernah glow up. Mengakui kamu nggak suka suatu sifat adalah langkah pertama buat ngelakuin perubahan.

4. Kamu Bisa Menghargai Sesuatu Tanpa Harus Menyukainya

Bayangin kamu punya HP keluaran lama. Kameranya mungkin udah nggak sejernih HP keluaran terbaru (dan kamu nggak suka hal itu), tapi kamu tetap jagain HP itu, kasih casing yang bagus, dan nggak kamu banting, kan? Karena HP itu masih berguna banget buat hidupmu.

Sama kayak tubuh dan kepribadianmu. Kamu mungkin nggak suka sama bentuk hidungmu, atau sifatmu yang kadang pemalu. Tapi kamu tetap bisa merawat tubuhmu, ngasih makanan bergizi, dan menghormati batasan dirimu. Menghargai diri sendiri itu tindakan, bukan cuma perasaan suka.


Diri kamu itu kayak album musik. Pasti ada satu atau dua lagu yang bukan vibe kamu banget, tapi bukan berarti keseluruhan albumnya jelek dan layak dibuang, kan?

Stop ngerasa bersalah kalau hari ini kamu lagi nggak suka sama penampilanmu, atau lagi benci sama respon emosionalmu sendiri. You are a work in progress. Kamu boleh nggak suka sama beberapa bagian dari dirimu, asal kamu tetap milih buat memperlakukan dirimu dengan baik dan penuh rasa hormat.

Jadi, napas dulu yang dalam. Kamu manusia, bukan karakter anime yang harus sempurna. And that is completely valid!

A

DEWI ELMIZAR

Author

Dewi Elmizar senang menjelajahi satu hal yang sering kita jalani setiap hari, tetapi jarang benar-benar kita pahami: diri kita sendiri. Tentang pikiran yang membentuk cara kita melihat dunia, emosi yang diam-diam memengaruhi pilihan, dan pengalaman yang membuat kita menjadi siapa hari ini. Melalui tulisan dan berbagai karya, Dewi mengajak kita berhenti sejenak, melihat ke dalam, lalu bertanya kembali: “Mungkin yang selama ini kita cari di luar, sebenarnya sedang menunggu kita temukan di dalam.”