Menyemaikan Ketenangan Jiwa di Daycare Aisyiyah Metro: Sentuhan Mindfulness Berbasis Spiritual dengan menggunakan Mind Healing Technique (MHT)
Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh Dosen dan Mahasiswa UIN Jurai Siwo Lampung di Daycare Aisyiyah Metro mengenalkan teknik Mindfulness Berbasis Spiritual dengan menggunakan Mind Healing Technique (MHT) untuk menjaga kesehatan mental para lansia
Menemukan Ketenangan dari Dalam: Ikhtiar Mindfulness Spiritual di Daycare Aisyiyah Metro-Lampung
Di tengah dinamika kehidupan yang terus bergerak cepat, kesadaran untuk berhenti sejenak, mengenali diri, dan merawat ketenangan batin menjadi kebutuhan yang kian krusial. Kesibukan serta rutinitas harian tak jarang membuat seseorang terjebak dalam pola hidup reaktif—lebih banyak merespons keadaan luar ketimbang benar-benar memahami apa yang sedang dirasakan dan dibutuhkan oleh dirinya sendiri.
Berangkat dari kesadaran mendalam tersebut, Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Dosen Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) UIN Jurai Siwo Lampung menggelar rangkaian kegiatan pendampingan di Daycare Aisyiyah Metro, Lampung. Program yang berlangsung sepanjang September hingga Oktober 2026 ini mengusung tema “Implementasi Program Mindfulness Berbasis Spiritual dengan Menggunakan Mind Healing Technique di Daycare Aisyiyah Metro, Lampung.”
Rangkaian kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen akademisi dalam menghadirkan pengetahuan keilmuan dan pendekatan spiritual yang dapat diterapkan langsung oleh masyarakat, khususnya dalam membangun kesadaran diri (self-awareness) serta menjaga keseimbangan emosional yang diberikan kepada para lansia (lanjut usia).
Mengenal Mind Healing Technique (MHT)
Salah satu pendekatan utama yang dikenalkan dalam kegiatan PKM ini adalah Mind Healing Technique. Metode ini dirumuskan dan dikembangkan oleh Dr. Ahmad Jaiz, M.Ag., seorang akademisi dan dosen dari IAIN Pontianak. Dalam kerangka mindfulness berbasis spiritual, Mind Healing Technique dimanfaatkan sebagai sarana untuk membantu peserta melakukan pemetaan terhadap kondisi diri dan memperdalam refleksi batin.
Melalui pengenalan Mind Healing Technique, para lansia diajak menyadari bahwa memberi perhatian pada kesehatan mental dan spiritual diri sendiri merupakan prioritas yang tak boleh terabaikan. Mengenali apa yang sedang dirasakan dan menyediakan ruang untuk jeda evaluatif dapat membantu seseorang menjalani peran harian dengan lebih tenang dan berkesadaran.
Integrasi dimensi spiritual memberikan ruang bagi peserta untuk mengaitkan proses pemulihan batin dengan nilai-nilai keimanan yang diyakini. Dengan demikian, ketenangan tidak lagi dimaknai sebatas ketiadaan masalah, melainkan sebagai kemampuan untuk tetap tenang dan stabil di tengah badai dinamika kehidupan ataupun perubahan usia dalam diri setiap orang.
Tiga pertemuan, satu ikhtiar untuk bertumbuh
Disusun secara sistematis dalam setiap pertemuan hari Sabtu selama dua bulan (September–Oktober 2026), dengan menghadirkan narasumber langsung dari ketua Mind Healing Teknique (MHT) Lampung yaitu Endang Suswati, S.Pd., CCP.MHT kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama yang hangat. Para lansia diajak membedah konsep mindfulness berbasis spiritual, memahami praktik Mind Healing Technique, serta merefleksikan relevansinya dalam keseharian.
Kegiatan PKM semacam ini memiliki nilai strategis karena memindahkan gagasan ilmiah dari ruang kuliah ke tengah realitas masyarakat. Perguruan tinggi membawa perspektif teori dan keilmuan, sementara masyarakat menghadirkan konteks, pengalaman, serta kebutuhan nyata. Pertemuan kedua ranah inilah yang melahirkan program yang responsif dan berdampak.
Sinergi Akademik dan Lembaga Masyarakat
Program pengabdian ini diketuai oleh Dr. Astuti Patminingsih, M.Sos., dengan anggota tim dosen Dewi Mustika, M.Kom.I., dan Budi Ariyanto, M.Sos., serta melibatkan secara aktif dua mahasiswa, Rahmatusyafa’ah dan Ronit Yuswasena.
Kolaborasi ini membuktikan bahwa pengabdian masyarakat adalah ruang pembelajaran dua arah. Bagi jajaran dosen, program ini menjadi sarana menguji dan mengembangkan ilmu pengetahuan. Sedangkan bagi mahasiswa, keterlibatan langsung ini memberikan pengayaan empati, pengalaman lapangan, serta pemahaman mendalam atas peran sosial akademisi.
Kemitraan erat antara UIN Jurai Siwo Lampung dan Daycare Aisyiyah Metro juga menegaskan pentingnya sinergi inter-lembaga dalam membangun ikosistem masyarakat yang lebih sehat secara holistik—baik secara fisik, mental, maupun spiritual.
Merawat Ketenangan sebagai Proses Berkelanjutan
Pada akhirnya, mindfulness berbasis spiritual mengingatkan kita bahwa kesadaran diri adalah perjalanan seumur hidup yang perlu terus dilatih dan dirawat. Memberi perhatian pada saat ini, mengenali gejolak emosi diri, dan terus berpegang pada nilai-nilai spiritual merupakan langkah nyata untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik.
Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat ini, Perguruan Tinggi terus berikhtiar menghubungkan khazanah keilmuan, nilai-nilai spiritualitas, dan kebutuhan praktis masyarakat. Sebab, merawat ketenangan bukanlah upaya melarikan diri dari kenyataan, melainkan cara agar kita sanggup berdiri tegap menghadapinya dengan cara yang lebih bijaksana, jernih, dan penuh kedamaian. Salam Bahagia…😉